Langsung ke konten utama

Reportase Investigasi Saus Sambal Palsu (Penyehatan Makanan)

                                             




Saus merupakan penyedap bahan makanan yang sangat digemari oleh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.  Penggunaan saus tomat maupun saus cabai banyak dikonsumsi sebagai bahan pelengkap saat mengkonsumsi mie  pangsit, bakso, pentol, nasi goreng, dll . Tidak semua saus yang dikonsumsi aman atau memenuhi syarat.
Dalam hal ini masih banyak produsen pangan yang menggunakan bahan tambahan yang melebihi kadar yang ditentukan oleh Dinas Kesehatan. Kurangnya perhatian terhadap hal ini, sudah sering mengakibatkan terjadinya dampak berupa penurunan kesehatan konsumen. Dari beberapa kasus yang terjadi  terdapat sebuah kasus, sebut saja bernama Omen telah melakukan tindakan yang menyimpang terhadap produk olahan Saus Tomat yang membahayakan kesehatan konsumen.
Mengingat kepedulian kesehatan sebagian masyarakat yang rendah , Omen lebih suka memakai bahan formalin, bahan busuk karena harganya lebih murah dan keuntungannya lebih tinggi meskipun bahan yang digunakan sangat berbahaya.  Bahan utama dalam pembuatan saus ini  terdiri tomat busuk, cabai busuk, pepaya busuk,tepung maizena, cuka, dan bawang yang didapatkan dari sisa bahan di pasar . Sedangkan bahan kimia tambahannya terdiri dari formalin sebagai bahan pengawet dan pewarna tekstil sebagai bahan pewarna tambahannya.  
Pemilihan bahan baku didapatkan Oman dari pembelian cabai yang telah busuk, Ada beberapa yang perlu diperhatikan seperti pemilihan bahan , pengolahan produk, dan pengemasan. Pemilihan bahan pembuatan saus mempengaruhi hasil olahannya. Apabila bahan pembuatan yang digunakan tidak layak, seperti yang dilakukan Oman maka hasil produksi juga pasti tidak memenuhi syarat. Hal itu terbukti dari tindakan Oman yang membeli cabai busuk, tomat busuk, pepaya busuk, bahkan bawang yang didapatkanya secara percuma. Dari pengakuan Oman juga memakai bahan dari pepaya, harga pepaya yang masih bagus atau masih layak konsumsi berkisar seharga 8.000 hingga 9.500 sedangkan pepaya dalam keadaan busuk hanya di hargai 500 rupiah dengan perbedaan harga yang signifikan tersebut. Kemudian harga cabai segar berkisar Rp. 20.000,00/kg sedangkan yang busuk Rp. 5.000,00/kg.Dengan bahan formalin yang marak dijual bebas, Oman mampu membelinya dengan mudah dan murah. Bahan-bahan yang dibeli Oman sangat membahayakan kesehatan konsumen hal itu disebabkan oleh kecenderungan kepedulian kesehatan sebagian masyarakat yang masih rendah, murahnya harga bahan , dan tingginya keuntungan yang diperoleh
Selanjutnya pengolahan makanan yang tidak benar, tidak hygienis, dan tidak memerhatikan dosis atau kadar bahan yang diperbolehkan juga akan memengaruhi kualitas produksi saus. Dalam hal hal ini Oman menggunakan peralatan masak yang tidak higienis, tidak menggunakan clemek, bahkan sarung tangan yanh tidak higienes dalam proses pengolahanya. Selain itu proses pembuatan saus dari cabai busuk, tomat busuk, pepaya yang busuk sebagai bahan bakunya, tepung sebagai pengental , bawang sisa sebagai penyedap rasa, serta bahan kimia tambahan seperti formalin, dan pewarna tekstil yang tidak sesuai kadar penggunanya sesuai peraturan yang telah ditetapkan. Pertama Oman memblender cabai busuk, tomat busuk, pepaya busuk tanpa dicuci, kemudian dilakukan penyaringan dan dilanjutkan proses memasak dengan mencampurkan bahan-bahan berbahaya lainnya Dalam sehari produsen saos dapat memproduksi 80 – 100 botol per hari.
Dalam proses pengemasan pula Oman mampu mendapatkan botol saus dengan harga terjangkau yakni Rp.125, bahkan tutup botol didapatkanya secara cuma-cuma dari bekas tutup saus yang berceceran di depan penjual bakso, mie ayam, mie pangsit dll. Sedangkan label yang digunakan Oman untuk hasil akhirnya didapatkan dari hasil cetakan produk merk terkenal. Dalam hal pemasaran, Omen memasarkan saus sambalnya diberbagai tempat mulai dari warung makan hingga super market.
Dalam penyilidikan investigasi yang dilakukan oleh pihak reportase investigasi melakukan observasi tempat penjualan saus sambal di berbagai wilayah termasuk produksi merk terkenal yang terdapat di Supermarket mencakup saus milik Omen dan mengambil beberapa sampel untuk diperiksa di laboratorium untuk mengetahui kandungan kimia berbahaya yang terdapat di saus sambal. Setelah pemeriksaan hasil menununjukkan bahwa 5 dari 8 sampel saus sambel ber merk ternama yang diperiksa positif mengandung formalin.  Namun zat pewarna tekstil milik Oman tidak dapat terdeteksi.
Semestinya bahan kimia yang dicampurkan pada saus sambal sebgai bahan tambaham sangat tidak baik terhadap tubuh, apabila takaran dan pemberian bahan tersebut pada saus terali tinggi dengan takaran yang tidak jelas, apalagi dikonsumsi secara terus menerus. Penggunaan Formalin akan berguna dengan positif apabila mememang digunakan dengan semestinya. Formalin yang seharusnya sebagai desinfektan, pembasmi serangga dan pengawet yang digunakan dalam industri tekstil dan kayu tidak boleh dijadikan sebagai pengawet makanan karena bahan tersebut sangat berbahaya karena merupakan racun. Jika konsumsi kandungan formalin yang terlalu banyak diserap oleh tubuh manusia dapat menyebabkan mual, muntah-muntah, gangguan jantung ,gangguan sistim pencernaan, dll.  Untuk menghidari pembelian saus yang berbahaya, berikut cara membedakan saus asli dan palsu :
Pencegahan ini dapat dilakukan pengamatan secara Organoleptik yakni, melakukan pengamatan dengan menggunakan panca indera sbb:
1.      Dengan menggunakan indera peraba, dalam memilih saus sambal hendaknya memperhatikan teksturnya
a.   Saus sambal berbahaya     : kenyal mengumpal dan lebih kental serta memiliki gumpalan gumpalan kecil didalamnya sebagai penambahan formalin. 
b.   Sau sambal asli                  : berserat dan lebih cair
2   Dengan menggunakan indera penglihatan dengan melihat warnanya
a.  Saus sambal berbahaya : merah pudar, bisa merah menyala karena mungkin ditambah dengan pewarna tekstil cenderung berani
b.     Saus sambal asli            : merah yang menyerupai warna tomat dan cabai pada umumnya
Dengan menggunakan indera penciuman dengan cara mencium aroma yang didapat dari saus
a.    Saus sambal berbahaya     : berbau menyengan zat kimia
b.    Saus sambal asli                : berbau khas tomat,cabai

Dapat dilakukan pula pengamatan secara teknisnya dengan mengamati hal sbb:
  • Telitilah dalam melihat label saus terdapat ijin Departemen Kesehatan atau tidak. Bila tidak, berarti saus tersebut perlu diwaspadai.
  •  Lihatlah tanggal produksi saus serta batas tanggal kadaluarsa. Jarak tanggal produksi dengan tanggal kadaluarsa selama 2 tahun.
  • Perhatikan kemasannya, apabila kemasan rusak jangan diterima
  • Dapat membuat saus sambal olahan sendiri membuat dapat menggunakan :

a.       Bawang sebagai penyedap
b.      Tepung maizena untuk pengental


Meskipun telah ada peraturan perundangan yang mengatur hal tersebut, tetapi tetap saja hal tersebut masih banyak terjadi penggunaan bahan tidak layak konsumsi maupun bahan berbahaya lainnya. Seolah-olah produsen tidak menghiraukan mengenai larangan penggunaan bahan kimia baik pada saus maupun makanan lainnya, serta tidak memperdulikan risiko dan bahaya bagi para konsumennya. Sebagai konsumen kita  harus lebih berhati-hati dalam memilih (selektif) makanan atau bahan pelengkap makanan  . Disisi lain konsumen juga dapat ikut serta dalam pengawasan peredaran dan bahan kimia yang dicampurkan pada makanan. 

Komentar